Senin, 21 Maret 2011

Bersin Vs Menguap

Perhatikanlah tubuh kita disaat kita bersin dan menguap, ada dua dimensi yang sangat berbeda yang satu disuruh memuji kepada Allah karenanya dan kejadian yang satu malah di suruh untuk menutupnya karena saat itu setan-setan tertawa.
Rasulullah bersabda:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ta'alaa anhu, Rasulullah bersabda, "Sungguh Allah mencintai orang yang bersin dan membenci orang yang menguap, maka jika kalian bersin maka pujilah Allah, maka setiap orang yang mendengar pujian itu untuk menjawabnya; adapun menguap, maka itu dari syaitan, maka lawanlah itu sekuat tenagamu. Dan apabil seseorang menguap dan terdengar bunyi: Aaaa, maka syaitan pun tertawa karenanya". Shahih Bukhari, 6223.

Imam Ibn Hajar berkata, "Imam Al-Khathabi mengatakan bahwa makna cinta dan benci pada hadits di atas dikembalikan kepada sebab yang termaktub dalam hadits itu. Yaitu bahwa bersin terjadi karena badan yang kering dan pori-pori kulit terbuka, dan tidak tercapainya rasa kenyang. Ini berbeda dengan orang yang menguap. Menguap terjadi karena badan yang kekenyangan, dan badan terasa berat untuk beraktivitas, hal ini karena banyaknya makan . Bersin bisa menggerakkan orang untuk bisa beribadah, sedangkan menguap menjadikan orang itu malas (Fath-hul Baari: 10/6077)

Nabi menjelaskan bagaimana seseorang yang mendengar orang yang bersin dan memuji Allah agar membalas pujian tersebut.
Rasulullah bersabda:

Apabila salah seorang diantara kalian bersin, maka ucapkanlah Al-Hamdulillah, dan hendaklah orang yang mendengarnya menjawab dengan Yarhamukallahu, dan bila dijawab demikian, maka balaslah dengan ucapan Yahdikumullahu wa Yushlihubaalakum (HR. Bukhari, 6224)

Dan para dokter di zaman sekarang mengatakan, "Menguap adalah gejala yang menunjukkan bahwa otak dan tubuh orang tersebut membutuhkan oksigen dan nutrisi; dan karena organ pernafasan kurang dalam menyuplai oksigen kepada otak dan tubuh. Dan hal ini terjadi ketika kita sedang kantuk atau pusing, lesu, dan orang yang sedang menghadapi kematian. Dan menguap adalah aktivitas menghirup udara dalam-dalam melalui mulut, dan bukan mulut dengan cara biasa menarik nafas dalam-dalam !!! Karena mulut bukanlah organ yang disiapkan untuk menyaring udara seperti hidung. Maka, apabila mulut tetap dalam keadaan terbuka ketika menguap, maka masuk juga berbagai jenis mikroba dan debu, atau kutu bersamaan dengan masuknya udara ke dalam tubuh. Oleh karena itu, datang petunjuk nabawi yang mulia agar kita melawan "menguap" ini sekuat kemampuan kita, atau pun menutup mulut saat menguap dengan tangan kanan atau pun dengan punggung tangan kiri.

Bersin adalah lawan dari menguap yaitu keluarnya udara dengan keras, kuat disertai hentakan melalui dua lubang: hidung dan mulut. Maka akan terkuras dari badan bersamaan dengan bersin ini sejumlah hal seperti debu, haba' (sesuatu yang sangat kecil, di udara, yang hanya terlihat ketika ada sinar matahari), atau kutu, atau mikroba yang terkadang masuk ke dalam organ pernafasan. Oleh karena itu, secara tabiat, bersin datang dari Yang Maha Rahman (Pengasih), sebab padanya terdapat manfaat yang besar bagi tubuh. Dan menguap datang dari syaithan sebab ia mendatangkan bahaya bagi tubuh. Dan atas setiap orang hendaklah memuji Allah Yang Maha Suci Lagi Maha Tinggi ketika dia bersin, dan agar meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk ketika sedang menguap (Lihat Al-Haqa'iq Al-Thabiyah fii Al-Islam: hal 155)

Selasa, 01 Maret 2011

Makna Matinya Tiga Ikanku

Innalillah ternyata tak kusangka ikan-ikanku ada tiga ekor yang mati, bermula ketika sore itu pulang kerja air di kolam terlihat sedikit sekali terus oleh istri di matikan mesin airnya untuk mendeteksi apakah bocor atau tidak kolam ikannya tersebut, karena terlalu lama dimatikan dan di beri tambahin air yang cukup banyak akhirnya ada satu ikan yang teler dan karena ada kura-kura di situ langsung saja di sambar olehnya tapi ketahuan sama diriku. Akhirnya saya anggkat ikan tersebut.
di pagi harinya sayapun terkejut karena menemukan dua ikanku yang lain yang sedang dimakan kura-kura karena telah mati. langsung saja saya angkat sikura-kura dan saya masukkan ke tempat asalnya.makna dari cerita diatas adalah: pertama siapapun baik manusia, hewan dan tumbuhan pasti akan merasakan kematian, beruntung matinya hewan karena mereka tanpa melalui hisabnya masuk kejannahNya, tidak seperti manusia yang akan mempertanggungjawabkan semua apa yang telah dikerjakan. sekecil apapun akan dimintai pertanggungjawanya kelak. oleh karena itu mari kita isi sisa hidup kita dengan kebaikan-kebaikan untuk bekal menghadap kepadaNya. kedua: jangan pernah menciantai sesuatu dengan berlebih apapun bisa berubah bukannya mendung berawal dari awan yang sangat cerah. dan yang terakhir hewan ada habitatnya begitupun manusia ketika berkumpul bukan dengsn sejenisnya mereka akan saling makan memakan,yang kuat memakan yang lemah, yang kuasa memakan yang lemah. mereka tidak lagi menganggap teman atau lawan yang ada hanya kepentingan pribadi semata. wallahu a'lam